Rindu

Rindu

Di malam ini. Namun satu tahun yang lalu, kita bertemu. Ya … cepat sekali waktu berlalu, bahkan aku tidak bisa menikmatinya itu.

Jika satu permintaan ditujukan kepadaku, aku ingin sekali perihal memperlambat waktu. Untuk mencoba menghargai masa-masa dulu, dengan teramat senang tanpa mengingat pilu.

Yang mana dulu jarak seakan tidak menghambat dan perbedaan waktu kita tidak mengikat. Benar, alasan itu membuat kita semakin dekat.

Hari demi hari, waktu demi waktu. Kamu membuat kenangan yang tak bisa kulalaikan. Semua tergambar, sebagaimana mestinya, di ingatan.

Tetapi, apa daya dengan keadaan seadanya. Setelah beberapa bulan kita menuai jalinan, semua itu kandas ditengah jalan. Kehangatan yang kamu berikan sudah memudar, sejak 4 bulan kita menjalin hubungan dan kamu pun memutuskan.

Aku merasa ada yang tidak beres setelah kamu memutuskan hubungan itu secara baik-baik, justru kita menjadi semakin dekat, bahkan serasa kakak-adik. Aku kira itu semua akan berjalan baik, ternyata tidak. Kita sama-sama tidak mau terusik.

Kita mempunyai masalah masing-masing. Kamu yang akan melanjutkan pendidikanmu yang lebih tinggi, begitu pula denganku.

Hmm … Bagaimana kabarmu sekarang? Bukan karena sikap bocahmu yang jarang sekali makan itu membuatmu menjadi sakit kan?

Aku harap kamu baik-baik saja, karena kamu sekarang sudah dewasa.

Aku tidak terlalu berharap kamu membaca tulisan yang diatas. Namun aku berharap, kamu membaca yang ingin sekarang aku tulis,

Aku rindu dengan ocehan mu yang sering sekali mengomeli ku hanya karena sakit flu.
Aku rindu kecemasanmu padaku.
Aku rindu dirimu yang menemaniku saat aku belum terlelap pada pagi itu.
Aku rindu telingaku panas karena ucapanmu yang tidak bermaanfaat saat itu.
Aku rindu dengan tingkah lucu mu yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal dan membuat ibu keheranan.

Aku rindu. Rindu itu semua. Begitupun kamu.

Tapi aku tahu, aku bukan siapa-siapa di hidupmu sekarang. Hanya seseorang yang jauh, yang tidak bisa memandang. Dari jarak pendek maupun panjang.

Aku hanya angan untukmu.

Angan
2. (n) menurut pikiran mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar pelaksanaan.

Begitupun kamu. Iya, angan bagiku.

One thought on “Rindu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *