Pasti

Pasti

Bagaimana kabarmu? Kita dulu bukankah pernah bertemu? Walau aku tahu, kita tidak pernah benar-benar bertemu.

Namun, apakah kamu tidak ingin menanyakan kabarku? Atau hanya sekedar mengucapkan “hai” pada hari yang kau tentu? Apa mungkin kamu ternyata menunggu hal yang sama denganku?

Tapi sepertinya semua itu tidak akan terjadi.

Karena kamu sudah senang bukan? Dan tidak membutuhkan aku lagi? Padahal dulu kamu berjanji, aku akan tetap menjadi aku nya kamu walaupun datang sang pengganti. Tetapi, saat aku pikir lagi, sepertinya itu hanya mimpi.

Mana mungkin 2 orang insan yang telah berikatan, lalu memutuskan hubungan, dan kembali seperti awal jumpa berkenalan. Rasanya tidak mungkin.

Karena ‘sebanyak’ apapun janji, membuat keinginan menjadi kekecewaan yang sangat amat mendalam.

Dan ‘sekecil’ apapun aksi, membuat sebuah kekecewaan menjadi kebahagiaan. Bukan angan. Maupun keinginan yang tak ada ‘kepastian’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *